Kenapa Jalan Menuju UI Dibiarkan Hancur?
Universitas Indonesia katanya dikembangkan menjadi world class university. Di dalam kampus dibuat jalur sepeda. Halte-halte bis kuning (bikun) dipercantik. Oo.. tapi ada yang kelewat. Akses jalan dari arah Stasiun Pondok Cina dibiarkan amburadul. Kalo diperhatikan jadi mirip sirkuit motocross pendek.
Dari arah Kelurahan Kukusan juga sama saja. Di sana sini konblok pada ambles. Kalo sehabis hujan pasti jalanannya nggak kelihatan. Bukan saja sangat membahayakan, tapi kok bisa ditelantarkan. Kenapa ya?
Pertama, mungkin karena Pak Rektor tak pernah lewat situ. Tapi mungkinkah tidak tahu? Bukankah siapa pun yang keluar dari arah rektorat UI bisa melihat pemandangan yang tidak sedap itu?
Kedua, mungkin juga sengaja dibiarkan. Kalau jalanan tidak nyaman dilewati nanti orang akan cari jalan alternatif sendiri. Sejak awal memang menginginkan kampus UI memang bukan jalur lalu lintas umum. Masalahnya, bagaimana dengan mahasiswa atau para pegawai UI sendiri yang tiap hari harus lewat situ?
Ketiga, mungkin karena UI sedang sibuk membangun jalur sepeda. Jadi proyek ambisius itu akhirnya menganaktirikan jalan yang menjadi akses ribuan orang setiap harinya.
Tapi entahlah. Sebelum banyak korban berjatuhan, semoga ada otoritas kampus yang terketuk hati dan tercerahkan jiwanya . Amieen..
Foto: BangUji.net
5 Comments
Leave a Response
You must be logged in to post a comment.



Jangankan jalanan akses Pondok Cina atau Kutek… Tadi sore sehabis hujan, bayangin….beberapa meter selepas Gerbatama masuk UI, jalan aspal kerendam aja gitu, ya walaupun gak nyampe halte stasiun… tapi tetap aja bikin malu… Itu kan jalan utama bener-bener…
Hahaha…
Jalan butut no problem, yang penting Bikun baru….kan kebijakan itu lebih populis.iya gak?
haha
Iya… Jalanan itu kan prasarana, sementara bikun baru ber-AC kan sarana. Mana yang lebih dilihat orang, especially orang luar? Ya tentu aja sarananya alias bikun baru ber-AC itu. Jalanan mah bodo amat, motor terbang gara-gara kejeblos lobang juga gak ada yang peduli…
kan bukan itu aj yg mw diurus…
itu dia seharusnya mahasiswa tuh sbg kaum intelek musti mengawali perubahan dari yg dekat” dulu..buat apa punya jurusan tek.sipil,tp ko jalan di deket kampusnya malah ancur.ayo dedikasikan ilmunya ke sekitar dulu